You are currently browsing the monthly archive for January 2008.
Salah satu ukuran keberhasilan pembangunan suatu bangsa adalah jumlah penduduk yang dapat membaca. Di Indonesia jumlah penduduk dewasa yang masih buta huruf masih banyak. Mereka yang telah mampu membaca dapat jadi maju asalkan rajin membaca dan pandai memilih buku yang bermanfaat. Tak sedikit Tokoh Nasional yang tak berkesempatan memperoleh pendidikan tinggi namun mereka dapat menjadi pemimpin maupun pengusaha. Salah satu rahasianya adalah rajin membaca buku yang bermanfaat. Buku dapat memperluas wawasan seseorang dan meningkatkan semangat serta memperhalus nurani.
Dewasa ini harga buku cukup mahal bagi sebagaian besar masyarakat Indonesia sehingga banyak orang yang tak mempunyai kesempatan untuk membaca buku yang bermanfaat. Istana Komik meski menyewakan komik tetapi juga mempunyai divisi buku pilihan. Sejumlah pakar telah memilih buku yang dianggap baik untuk dibaca, Buku tersebut berupa biografi sejumlah tokoh, sejarah, bisnis, sastra dan buku pengembangan diri. Sejogyanya waktu luang dapat dimanfaatkan untuk membaca dan menambah pengetahuan. Kami berusaha agar kebiasaan membaca tak memberatkan keuangan keluarga, oleh karena itu pada umumnya buku pilihan istana komik dapat dibaca selama satu minggu oleh Anda sekeluarga hanya dengan biaya lima ribu rupiah.
Diantara koleksi buku pilihan Istana Komik adalah biografi Soekarno, Hatta, Natsir, Sjafruddin Prawiranegara, Soeharto, Ibu Tien, Prof Soemitro, Akbar Tanjung, Siaw Giok Tjan, Prof Deliar Noer, Moh. Sadli (baru meninggal Selasa tgl 8 Janurai 2008). Sedangkan buku bisnis mulai dari buku bisnis yang dapat dikembangkan dirumah sampai bisnis internasional. Buku sejarah merekam kejadian perjuangan melawan Belanda, Proklamasi kemerdekaan, peristiwa G30 S / PKI sampai krisis ekonomi dan Reformasi . Koleksi buku agama dan riwayat Nabi Muhammad SAW dan para sahabat amat menarik untuk disimak. Jangan dilewatkan membaca Sejarah Nabi Muhammad SAW, Abu bakar, Usman yang ditulis oleh Haikal, pujangga dan sejarahwan Mesir dan diterjemahkan secara manis oleh sastrawan Ali Audah. Sayang sekali Haikal tak sempat menulis tentang sahabat Ali karena beliau ketika mempersiapkan buku tersebut meninggal dunia.
Buku novel dan susastra dapat mempertajam empati kita. Nikmati novel Motinggo Boesye, Ajip Rosidi, Marga T, Nh Dini serta penulis terkenal lainnya. Jika Anda suka puisi jangan dilewatkan kesempatan menikmati puisi Taufik ismail, Rendra dan penyair terkenal lainnya.
Nah Istana Komik sangat menantikan kedatangan Anda, Bagi anak – anak dan remaja juga tersedia buku komik bergambar dan novel remaja.
Beberapa Buku Menarik
Rosihan Anwar, wartawan tiga zaman mengenal banyak tokoh mulai dari Bung Karno sampai Moh Natsir, Setiap tokoh masyarakat meninggal dunia Rosihan tak lupa menulis in memoriam, kenangan bagi tokoh yang telah pergi untuk selamanya. Sewaktu Moh Natsir, Rosihan Anwar dalam perjalanan pulang dari Amerika Serikat, Namun sebagai wartawan senior dia sempat menuliskan kenangan tentang Moh Natsir, intelektual Islam yang rendah hati tersebut. Cerita mengenai Pak Natsir memang banyak yang harus kita teladani, Sebenarnya beliau mendapat kesempatan setelah tamat AMS ( SMU ) untuk melanjutkan sekolah ke negeri Belanda karena beliau merupakan murid yang cerdas.
Dalam persiapan ke negeri Belanda beliau berkenalan dengan Ustadz Hasan dari Persis dan kemudian berguru pada Ustadz Hasan, Cita cita beliau melanjutkan sekolah ke Belanda berubah melihat kebutuhan guru agama yang baik di Bandung. Pada waktu itu umumnya guru agama di sekolah menengah dilecehkan muridnya karena dianggap kuno dan tak mampu berbahasa Belanda. Mata pelajaran agama jadi mata pelajaran yang kurang diminati dan dianggap hanya untuk orang rendahan, Mereka yang pandai berbahasa Belanda dianggap tak perlu lagi belajar agama ( Islam ) karena sudah tergolong orang yang modern. Moh Natsir kemudian tergugah menulis buku Marilah Sholat dalam bahasa Belanda , ternyata buku tersebut kemudian diminati kaum terpelajar yang berbahasa Belanda.
Yang menarik dari kisah pak Natsir adalah pertemuan beliau dengan Bung Karno di suatu sore. Bung Karno berjalan – jalan dengan isteri beliau yaitu ibu Inggit sedangkan Pak Natsir berjalan dengan Ustadz Hasan. Rupanya mereka berpapasan sehingga sempat pula bercengkrama. Bung Karno memuji tulisan-tulisan Pak Natsir tentang Islam yang menurut beliau amat menarik, namun Bung Karno mengkritik pandangan yang memperbolehkan poligami. Pak Natsir menjawab bahwa Islam memperbolehkan poligami tetapi dengan syarat yang berat. Tidak dibenarkan berpoligami sesuka hati. Ibu Inggit yang ikut dalam percakapan menyatakan bahwa dia lebih baik minta cerai daripada dipoligami.
Nah, kita kemudian tahu jalan sejarah, Bung Karno yang semula anti poligami ternyata melaksanakannya. Beliau kawin lagi dengan ibu Fatmawati sehabis di tahan di Bengkulu. Ibu Inggit konsisten dengan pendiriannya meninggalkan Bung Karno dan rumah dinasnya yang besar kembali ke rumah kontrakan Bandung. Bung Hatta sahabat Bung Karno ikut prihatin akan peristiwa tersebut dan memohon Bung Karno untuk membelikan rumah bagi ibu Inggit. Namun karena kesibukannya Bung Karno tak sempat membelikan rumah untuk ibu Inggit. Ibu Inggit sampai akhir hayatnya hidup sendiri dengan berjualan jamu dan kue dan meninggal dalam keadaan yang amat sederhana. Cerita tentang ibu Inggit ini bukan dalam buku In Memoriam yang dikarang oleh Rosihan Anwar tapi dalam buku Kuhantar Ke Gerbang, riwayat ibu Inggit yang diceritakan kembali oleh sastrawan Ramadhan KH.
Tata Cara Meminjam Buku di Istana Komik
- Pilih Buku yang Anda sukai
- Pada buku tersebut terdapat stiker jaminan, besar uang sewa dan lama pinjaman ( satu minggu ). Pada umumnya biaya sewa adalah Rp. 5.000,- / buku dan lamanya peminjaman satu minggu. Kecuali untuk beberapa buku mahal atau jarang ( langka ) biaya sewa 1 buku adalah Rp. 10.000,- / minggu.
- Pada waktu pengembalian, uang jaminan anda akan dikembalikan dengan potongan uang sewa buku.
- Jika buku hilang atau rusak uang jaminan menjadi pengganti buku.


Recent Comments