You are currently browsing the monthly archive for December, 2008.
Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan seramah wujudnya, dan kebaikan sebaik rasanya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat dari semua itu adalah mereka yang melakukannya. Mereka akan merasakan “buah”nya seketika itu juga dalam jiwa, akhlak, dan hati nurani mereka. Sehingga mereka pun selalu lapang dada, tenang tentram dan damai.
Ketika kita diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama, niscaya kita akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati. Sedekahilah orang yang papa, tolonglah orang yang terdzolimi, ringankan beban orang yang menderita, berikan makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bantulah orang yang terkena musibah, niscaya kita akan merasakan kebahagiaan dalam semua sisi kehidupan kita.
Perbuatan baik laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga orang-orang yang berada disekitarnya. Manfaatnya sangat terasa seperti obat-obat manjur yang tersedia di apotik orang-orang yang berhati baik dan bersih.
Menebar senyum manis kepada orang-orang yang “miskin akhlak” merupakan sedekah jariyah. Ini tersirat dalam tuntunan akhlak yang berbunyi “ …..meski engkau hanya menemui saudaramu dengan wajah berseri.” Sedang kemuraman wajah merupakan tanda permusuhan sengit terhadap orang lain yang hanya diketahui oleh Sang Maha Gaib.
Kunjungilah taman-taman kebajikan, sibukkan diri kita dengan memberi, mengunjungi, membantu, menolong, dan meringankan beban sesama. Niscaya kita akan mendapatkan kebahagiaan dalam semua sisinya, rasanya, warnanya dan juga hakekatnya.
Bersama kesulitan ada kemudahan
Setelah lapar ada kenyang, setelah haus ada kepuasan, setelah begadang ada tidur pulas, dan setelah sakit ada kesembuhan. Setiap yang hilang pasti ketemu, dalam kesesatan akan datang petunjuk, dalam kesulitan ada kemudahan, dan setiap kegelapan akan terang benderang.
Sampaikan kabar gembira kepada malam hari bahwa sang fajar pasti datang mengusirnya dari puncak-puncak gunung dan dasar-dasar lembah. Kabarkan juga kepada orang yang dilanda kesusahan bahwa pertolongan akan datang secepat kelebat cahaya dan kedipan mata. Kabarkan juga kepada orang yang ditindas bahwa kelembutan dan dekapan hangat akan segera tiba.
Saat kita memandang hamparan padang sahara yang seolah memanjang tanpa batas, ketahuilah bahwa dibalik kejauhan itu terdapat kebun yang rimbun penuh hijau dedaunan.
Ketika kita melihat seutas tali meregang kencang, ketahuilah bahwa tali itu akan segera putus. Setiap tangisan akan berujung senyuman, ketakutan akan berakhir rasa aman, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian.
Mereka yang terpaku pada waktu yang terbatas dan pada kondisi yang sangat kelam, umumnya mereka akan merasakan kesusahan, kesengsaraan, dan keputusasaan dalam hidup mereka. Lantaran mereka hanya menatap dinding-dinding kamar dan pintu-pintu rumah mereka. Padahal mereka seharusnya menembuskan pandangannya sampai belakang tabir dan berfikir lebih jauh tentang hal-hal yang berada di luar pagar rumahnya.
Jangan pernah terhimpit sejengkalpun karena setiap keadaan pasti akan berubah. Dan sebaik-baik ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar. Betapapun hari demi hari akan terus bergulir, tahun demi tahun akan selalu berganti, malam demi malam pun datang silih berganti. Yang gaib akan tetap bersembunyi, Sang Bijaksana tetap pada keadaan dan segala sifat-Nya. Dan Allah pasti akan menciptakan sesuatu yang baru setelah itu semua. Sesungguhnya, setelah kesulitan itu tetap akan muncul kemudahan.
Pada 1992, laporan bank dunia yang mengacu pada kajian IAEA ( International Association for the Evaluation for education Achievement ) di kawasa asia timur telah menyebutkan rendahnya mutu pendidikan kita. Yaitu dalam keterampilan membaca. Murid kelas 4 SD indonesia menempati paling rendah dengan skor tes 51,7; lebih rendah jika dibandingkan dengan skor tes anak-anak hongkong 75,5, singapore 74,0 dan thailand 65,1. yang dekat nasibnya dengan anak-anak indonesia adalah filipina 52,6. Anak kita ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan sulit sekali menjawab soal-soal dalam bentuk uraian yang menuntut kegiatan penalaran. Namun, demikian tidak sepenuhnya menyalahkan anak-anak kita karena rendahnya mutu pendidikan Indonesia, ada faktor lain yang mengakibatkan rendahnya kualitas generasi kita diantaranya anak tidak diberi kebebasan untuk mengembangkan kreatifitas dan kemampuannya. sistem pendidikan kita yang sentralistik hanya menghasilkan sistem pendidikan yang diwarnai “penyeragaman” dalam segala hal. Bukan hanya pakaian, sepatu, buku pelajaran, kurikulum dan metode belajar dan mengajar yang seragam tetapi cara berfikir siswa pun dibuat seragam. Guru terlalu disibukkan dengan urusan administratif sehingga “kehilangan waktu” dalam membimbing anak didiknya. Tradisi BACA Gagasan mengenai budaya membaca mengingatkan pada seorang Bobby seorang yang kemudian hari dikenal seorang ilmuan biologi terkemuka. Bobby kecil yang bernama lengkap Bobby Garfield ketika berulang tahun ke 11 seperti sesama anak laki-laki seusianya, ia mendambakan sebuah sepeda sebagai hadiah dari sang ibu. Namun, sayang sungguh sayang, almarhum ayahnya yang semasa hidupnya menghabiskan waktu bermain foker, hanya meninggalkan warisan sejumlah hutang yang musti dibayar ibunya. dan polis asuransi kadaluarsa. Otomatis sang ibu menjadi seorang single parent Cuma bisa bekerja sebagai staf kesekretariatan di sebuah badan usaha. Ia hanya mampu menghadiahi Bobby kecil sebuah kartu perpustakaan dewasa yang di United States dapat dipakai untuk meminjam buku pustaka secara leluasa dan gratis. Dirumah kontrakan 2 lantai tersebut datanglah Ted. Konon ia adalah seorang paranormal yang sedang di uber-uber kepolisian negara. Ted : kau dapat uang banyak dari hadiah ulang tahunmu ? Bobby : Tidak, sembari menyodorkan kartu perpustakaan pemberian ibunya. Ted : kau tau kenapa dia berikan itu ? Bobby : karena gratis ! Ted : tidak apa-apa. Jangan kau hilangkan kartu ini, buku itu adalah emas. Para penulis ulung telah menghibur kita selama berabad-abad memberikan setengah jam untuk buku. jika tidak suka, pilih buku yang lain. Kini para pendongeng ulung dunia sedang menantimu.


Recent Comments