Terus Meningkat, Penderita HIV/AIDS dan TBC
JAKARTA (Pos Kota) – Infeksi tuberculosis (TBC) pada penderita AIDS (acquired immune deficiency syndrome) dan pengidap HIV dipastikan terus meningkat.
Hingga kini sudah 70 persen pengidap human imunnodeficiency virus (HIV) penyebab AIDS telah tertular TBC.
“Pengidap HIV mudah tertular TBC karena virus tersebut menyebabkan daya tahan tubuh pengidapnya melemah. Akibatnya berbagai infeksi penyerta atau infeksi oportunis mudah menjangkiti, termasuk di antaranya TBC yang merupakan penyebab kematian tertinggi di kalangan penderita AIDS,” tutur Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih usai membuka Kongres Nasional Tuberculosis di Hotel Merlynn Park Jakarta, kemarin.
Menurut Menkes, multiple drug resistant tuberculosis (MDR-TBC) juga menjadi ancaman berikutnya karena lebih sulit diobati dibandingkan TBC pada umumnya. Jika TBC biasa hanya butuh pengobatan rutin selama 6 bulan, MDR-TBC butuh pengobatan lebih lama antara 12-18 bulan.
Dengan pengobatan rutin selama 6 bulan saja, pasien kadang-kadang tidak patuh sehingga pengobatannya tidak tuntas dan penyakitnya tidak sembuh. Dikhawatirkan dengan durasi pengobatan yang lebih panjang, pasien makin tidak patuh karena merasa bosan minum obat.
Mengenai jumlah penderita, Menkes mengatakan Indonesia sudah bisa menurunkannya meski belum mencapai target 221/100.000 penduduk dan masih menyumbang 6 persen jumlah kasus TBC sedunia. Menkes berdalih, angkanya masih tetap tinggi karena jumlah penduduknya memang sangat besar dan kemiskinan masih menggelayuti.
Posted on 4 May 2011, in Berita Nasional and tagged HIV/AIDS. Bookmark the permalink. Comments Off.