Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PMTCT)

Estimasi remaja dan anak‑anak yang terinfeksI HIV pada akhir tahun 2007 adalah sebesar 33,2 miliar orang di dunia. Transmisi maternal kejanin/bayi dapat dicegah bila terdeteksi melalui VCT atau penapisan, perilaku terkendali baik, obat, ANC, maupun pencegahan infeksi, melakukan pemilihan cara melahirkan, pemilihan ASI atau PASI, pemantauan bayi sampai balita, dan mendapatkan dukungan serta perhatian. Transmisi HIV 1 dan HIV 2 memiliki kesamaan rute penularan dari ibu ke janin/bayi, namun HIV 2 (< 10 %) jauh lebih rendah daripada HIV 1 (30 %). Risiko transmisi akan meningkat apabila terjadi kerusakan membran dan CD4 yang rendah.

Pada negara berkembang, 10‑20% berkembang menjadi AIDS selama kurang dari I tahun karena dari penelitian yang dilakukan selama 10 tahun, hampir 50 % ibu tidak minum ARV. Hal itu menyebabkan 80% kematian bayi di bawah umur 2 tahun. Apabila gejala pada tahun pertama terdeteksi maka akan meningkatkan umur survival bayi kurang lebih 3 tahun. Epidemiologi penularan dapat terjadi secara vertikal (95%) melalui saluran plasenta (10%), proses melahirkan (60%), dan pemberian ASI (30%), sexual abuse, transfusi darah, dan keadaan yang tidak dapat dijelaskan seperti kesiapan alat pelindung diri perawat, infeksi nosokomial, pengganti ASI serta penyalahgunaan ilmu klenik dalam seksual.

Faktor risiko penularan HIV dari ibu ke anak ada dua jenis yaitu maternal dan obstetrik. Pada maternal yaitu viral load yang tinggi (> 5.000 copies/ml), karakteristik virus, CD4 < 200/T, defisiensi imun, infeksi virus, bakteri, parasit, defisiensi vitamin A, penasun, dan banyak pasangan seksual. Seclangkan pada faktor obstetrik yaitu kelahiran per vagina, ketuban pecah dini (KPD) yang terbengkalai, pendarahan intraparturn, chorioamnionitis, prosedur invasif, clan dari segi bayi yaitu prematur, BBLR, ASI dan luka di mulut bayi. Tingkat penerimaan plasma darah HIV RNA berhubungan dengan transmisi kehamilan seperti pada data yang disajikan oleh women and infants transmission study 1990‑1999 yang menunjukkan peningkatan dari 1‑32 %.

Strategi pencegahan transmisi maternal ke janin yaitu dengan mengurangi jumlah ibu hamil dengan HIV (+) melalui kontrasepsi clan pemilihan pasangan, turunkan viral load serendah‑rendahnya melalui terapi ARV, hidup sehat, dan gunakan kondom., meminimalkan paparan janin atau bayi dengan cairan tubuh maternal melalui kelahiran sesar atau minimalkan operasi dan pengganti ASI, serta optimalkan kesehatan bayi dengan ibu HIV (+) melalui pemberian ARV dan pernantauan bayi yang berisiko.

CD4 < 350 cells/mm memiliki persentase transmisi paling besar yaitu 41 % dibandingkan dengan CD4e” 350 cells/mm yaitu 20 %. Akibat dari model penerimaan tersebut yaitu pada pembeclahan sesar, transmisinya lebih kecil (5,7%) dibandingkan dengan kelahiran normal (20%). Operasi sesar merupakan tindakan untuk melindungi diri yang memadai karena dapat mencegah infeksi, cara pembedahan aman, air ketuban tidak mengenai bayi, tidak menggunakan vakum atau forsep, dapat menghisap lendir, dan memiliki cara gunting tali pusat yang berbeda.

Hubungan antara infeksi dini dan infeksi terlambat pada bayi dengan HIV‑1 yaitu pada infeksi dini umur bayi < 2 bulan dapat dideteksi bila terdapat viral load, kelahiran normal, CD4 < 200, bayi prematur, AS), dan pendarahan pada puting susu. Sedangkan pada infeksi yang terlambat dapat dideteksi bila plasma RNA > 43.000, mastitis, clan bisul, pada puting susu. Bayi yang terinfeksi HIV melalui kelahiran normal terjadi melaiui transmisi ke mucosa intestinal bayi. Dampak pada proses menyusui yaitu bahwa pemberian ASI pada umur 12‑24 bulan lebih besar (32,3‑36,7 %) untuk terinfeksi daripada pemberian susu formula (18,2‑20,5 %). Probabilitas transmisi HIVI melalui air susu yaitu 0.00064 per liter dan 0.00028 per hari dari proses menyusui. Satu bayi akan terinfeksi bila menclapatkan ASI 1500 L dan 10 dari 100 anak per tahunnya yang mendapatkan ASI akan terinfeksi. Perempuan HIV (+) sangat direkomendasikan untuk tidak menyusui bayinya. Semakin lama menyusui maka semakin besar risiko penularannya.

Transmisi vertikal hanya dapat terjadi melalui proses menyusui karena dalam ASI mengandung antibiotik dan vaksin yang akan masuk ke dalarn tubuh bayi. Proses terjadinya secara pasti belurn dapat diketahui dengan jelas. Namun virus HIV dalarn darah akan masuk ke ASI sehingga bayi akan tertular HIV melalui jaringan mukosa yang tembus, jaringan limfa, luka di mulut, clan usus. Meskipun masa menyusui bayi dapat mengkonsumsi > 500.000 viron, maka > 25.000 sel yang terinfeksi per hari, sebagian besar tidak menjadi terinfeksi.

Faktor risiko transmisi setelah melahirkan adalah kesehatan dada. Hal ini ditandai dengan adanya sub klinikal penyakit mastitis yang menyebabkan VL tinggi pada dada ibu. Mastitis berhubungan dengan meningkatnya risiko pada transmisi postnatal. Luka pada puting susu dan bisul dada juga berhubungan dengan meningkatnya transmisi.

Keuntungan menyusui yaitu menyediakan banyak nutrisi yang sehat, mudah dicerna, sedikit alergi pada bayi, memberikan proteksi dari penyakit infeksi seperti diare dan pneumonia, infeksi bayi pada proses melahirkan lebih rendah, membantu jarak melahirkan selanjutnya, clan biaya murah. Namun kekurangannya pada ibu HIV (+) yaitu dapat terjadi transmisi HIV dan penyakit infeksi lainnya seperti sitomegalovirus. AS[ dapat digantikan tapi memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya yaitu tidak terjadi transmisi HIV dan penyakit infeksi lainnya sedangkan kekurangannya yaitu meningkatkan insiden penyakit diare dan pneumonia, alergi dan intoleran terhadap susu, malnutrisi, dan tidak mendapatkan efek kontrasepsi karena tidak menyusui. Rekomendasi yang diberikan oleh WHO/UNICEF/UNAIDS melalui petunjuk penyusuan bayi yaitu ketika penyusuan dapat dilakukan, dapat terjadi, dapat diterima secara berkesinambungan, dan aman maka untuk semua proses menyusui diperbolehkan. ASI adalah sebuah pilihan yang dapat dilakukan selama 4‑6 bulan dan setelah itu penghentian pemberian ASI harus dilakukan secepatnya. Penghentian pemberian ASI dilakukan saat bayi berumur 6 bulan, mengganti nutrisi alami dengan makanan yang tinggi energi, protein, mikronutrien, kalsium, dan ditambah susu. Selain itu juga perlu dilakukan konseling untuk menyediakan pelayanan dan perhatian yang berjalan untuk ibu dan bayi.

Dalam upaya PMTCT, terdapat empat skenario yang akan dilakukan dan akan disesuaikan dengan keadaan ibu. Pada skenario pertama dibagi menjadi dua jenis yaitu skenario 1 bila sudah ada indikasi ARV untuk ibu (Odha sudah masuk stadium AIDS, atau CD4< 350 sel/ul). ARV akan diberikan setelah trimester 1 (minggu 12‑14) paling lambat minggu 36 yang selanjutnya dilakukan konseling ARV untuk penggunaan seumur hidup dengan regimen AZT (Duviral) dan NVP (Neviral). Pemantauan dilakukan dengan mengukur Hb per 2 minggu penggunaan, dan fungsi hati setiap 2 minggu untuk memantau hepatotoksisitas akibat NVP dan erupsi alergi obat NVP. Pada masa intraparturn, ibu menclapatkan AZT dengan dosis obat lain seperti biasa. Persalinannya seksio dan bayi pasca persalinan tidak mendapat ASI. Bayi juga mendapat AZT mulai usia 6 jam sampai 6 minggu dan NVP dosis tunggal pada usia 48‑72 jam.

Pada skenario pertama yang kedua yaitu di mana ibu belum diindikasikan menggunakan ARV,  Odha sudah masuk stadium AIDS, atau CD4 < 350 sel/ul) yaitu dilakukan konseling, pemberian obat AZT dimulai pada minggu ke 28, maksimal minggu ke 36, pernantauan dengan pemeriksaan Hb per 2 minggu untuk memantau anemia karena AZT, pada fase intraparturn ibu mendapatkan AZT per 3 jam dan NVP, clan persalinan dilakukan secara sesar. Pasca persalinan, bayi tidak mendapatkan ASI dan mendapat pengobatan ARV AZT per 6 jam mulai usia 6 jam sampai 6 minggu dan NVP closis tunggal pada usia 48‑72 jam. lbu juga menggunakan ARV selama 7 hari dan setelah itu dihentikan. Selain itu juga harus dilakukan pemantauan CD4 setiap 3 bulan setelah melahirkan.

Pada skenario 2 yaitu Odha hamil yang mendapatkan ARV dan hamil dilakukan dengan melanjutkan terapi ARV dan sebaiknya ditambah AZT, lalu diberikan konseling tentang keuntungan dan risiko ARV pada trimester pertama. Pada skenario 3 yaitu Odha hamil yang datang pada saat persalinan dan belum mendapat ARV yaitu pada fase intraparturn, ibu diberikan AZT per 3 jam, persalinan dilakukan sesar, bayi tidak mendapatkan ASI, clan bayi mendapatkan AZT per 6 jam mulai usia 6 jam sampai 6 minggu dan NVP dosis tunggal pada usia 48‑72 jam. Pada fase postpartum, 1bu diberikan ARV selama 7 hari dan sesudah itu ARV dihentikan. Segera setelah persalinan, ibu menjalani pemeriksaan seperti CD4 untuk menentukan apakah ARV akan dilanjutkan seumur hidup. Berbeda dengan skenario 4 yaitu ketika bayi dari ibu Odha datang dalam keadaan postpartum dan tidak minum ARV selama kehamilan, bayi tidak mendapatkan ASI dan diberikan AZT per 6 jam mulai usia 6 jam sampai 6 minggu dan NVP dosis tunggal pada usia 48‑72 jam. Selain itu ibu menjalani pemeriksaan CD4 dan pemeriksaan skrining infeksi oportunistik untuk menentukan pengobatan selanjutnya dan apakah sudah mempunyai indikasi penggunaan ARV.

Diagnosis HIV pada bayi dilakukan ketika bayi berusia < 18 bulan dengan melakukan PCR‑RNA HIV pertama pada usia 1 bulan dan viral load kedua pada usia 4‑6 bulan. Diagnosis positif apabila dalam 2 kali pemeriksaan didapatkan hasil positif (terdapat virus HIV > 400 kopi) dan diagnosis negatif apabila dalam 2 kah pemeriksaan didapatkan viral load tidak terdekteksi dan dikonfirmasi dengan pemeriksaan anti‑H IV E LISA 3 kali dengan reagen yang berbeda pada usia 18 bulan. Bayi berusia > 18 bulan dilakukan pemeriksaan anti­ HIV ELISA 3 kali dengan reagen yang berbeda seperti pada ibu.

Pencegahan penularan HIV pada perempuan usia reproduksi ada 4 yaitu ABCD. A adalah abstaince yaitu tidak melakukan hubungan seks bagi orang yang belum menikah. B adalah be faithful yaitu bersikap saling setia hanya pada satu pasangan seks (tidak berganti-­ganti pasangan). C adalah condom yaitu untuk mencegah penularan HIV yang terjadi melalui hubungan seksual dengan menggunakan kondom (bila salah satu dari pasangan tersebut diketahui terinfeksi HIV). D adalah drug no yaitu tidak menggunakan narkoba yang dapat menjadi alur transmisi HIV.

Dr. Yudianto Budi Saroyo, SpOG

Bangkitnya Gairah Sepak Bola Indonesia

Sejak Federasi sepak bola dunia FIFA mengeluarkan surat berupa sangsi kepada PSSI, gairah sepakbola mengalami lesu kurang darah, saling tuding antara PSSI dan Kemenpora saat itu menjadi biang keladi lahirnya keputusan FIFA tersebut, banyak pihak yang menyesalkan tindakan Kemenpora yang menghentikan bergulirnya Liga Super Indonesia akibat isu skandal suap dan pengaturan skor oleh segelintir oknum tak bertanggung jawab yang ingin meraup keuntungan sebesar-besarnya.

Dampak dari semua itu, para manajemen klub dan pemain mengalami kerugian yang amat berharga. Sudah berapa besar dana yang disiapkan untuk menyambut bergulirnya Liga Super Indonesia, belum lagi kerugian sponsor dan pemain yang menganggur akibat terhentinya lahan rezeki mereka. Hingga ada beberapa klub yang akhirnya harus gulung tikar dan pindah ke luar negeri,  ada pula pemain yang rela berjualan demi menghidupi anak dan isterinya.

Sepakbola sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Terhentinya Liga terbesar di Indonesia telah menghentikan roda ekonomi para pengusaha, pedagang hingga penjual asongan yang biasa menjajakan accesories bola dll. Dengan adanya gelaran Piala Presiden 2015 ini gairah sepak bola Indonesia kembali memuncak. Geliat para pecinta bola seperti mendapat momentum berharga dari gelaran ini. hal ini bisa dilihat dari animo masyarakat sejak awal bergulirnya turnamen piala presiden, kita juga bisa menyksikan di tribun-tribun stadion nyaris penuh oleh pendukung team kesayangan mereka. Betapa sepakbola sudah menghidupkan kembali ruh dan ghirah suporternya.

Babak Final

Perhelatan piala presiden sudah memasuki babak final. Pada puncak piala prestisious ini akan di perebutkan jawara ISL2014 persib bandung berhadapan dengan laskar wong kito sriwijaya fc. Pertandingan ini akan tersaji di Stadion Gelora Bung Karno Senayan pada Minggu besok tanggal 18 oktober 2015. Menurut rencana Presiden akan menyempatkan hadir  di tribun kehormatan, sekaligus menutup turnamen ini. Dan di tempat yang sama pula akan diperebutkan peringkat 3 dan 4 antara Arema Cronus kontra Mitra Kukar .

Jutaan pasang mata akan menyaksikan laga ini. Sebelumnya juga berbagai media elektronik dan media sosial aktif memberitakan ikhwal pertandingan ini. Final ini bisa dikatakan arena perang bintang pasalnya beberapa pemain dari kedua tim akan menampilkan pemain-pemain terbaik indonesia saat ini yang selalu menjadi langganan penghuni skuad Garuda Indonesia.

Persib menjadi team paling di unggulkan. Sebagai jawara ISL 2014, persib sangat optimis meraih gelar Juara pada turnamen ini. Jika menengok kembali kebelakang, persib yang pada penyisihan grup dengan bangga dan meyakinkan lawan-lawannya sebagai team yang tak pernah absen menceploskan bola dan tidak pernah kemasukan, di babak berikutnya persib mampu mengalahkan lawan-lawan di perempat final dan semifinal dan hanya sekali mengalami kekalahan saat tandang ke kandang mitra kukar. Sementara di kubu Sriwijaya FC meski tidak begitu meyakinkan di penyisihan grup namun pada babak berikutnya anak asuh bendol panggilan benny dolo bisa tampil apik dan ngotot dengan semangat yang tak kenal lelah mampu lolos ke partai final. Meski demikian Sriwijaya FC bukanlah team yang gampang di kalahkan, terbukti mereka mampu mengalahkan Team sekelas Arema Cronus yang dihuni pemain bertabur bintang dengan skor 1-1 dan menyudahi perlawanan di leg kedua dengan skor 2-1 sehingga mampu mengubur impian singo edan dengan total agregat 3-2. Sungguh di luar dugaan, jika melihat statistik permainan jelas sekali Christian Gonzales cs jauh diunggulkan ketimbang anak asuh benny dolo.

Perang Taktik dan adu strategi

Laga final kali ini akan mengisyaratkan adanya pertarungan adu taktik, adu strategi, adu gengsi hingga ambisi. Kedua tim sudah saling mengenal satu sama lain di Tambah lagi keduanya sudah sering kali bentrok. Dari catatan enam kali pertemuan satu sama lain sudah pernah saling mengalahkan, terakhir persib mampu menuntaskan perlawan sriwijaya FC dengan skor 4-0, dan jauh sebelumnya Sriwijaya pun pernah mengalahkan persib dengan skor mencolok 6-0. Namun persib masih memiliki rekor yang cukup baik ketimbang lawannya.

Di balik itu semua ada pengatur strategi yang sudah berpengalaman dari kedua kubu. Adalah Janur panggilan akrab Jajang Nurjaman pelatih Persib bandung dan Bendol panggilan akrab Benny Dollo pelatih Sriwijaya FC sebagai pengambil keputusan-keputusan akhir di lapangan. Kedua pelatih ini telah teruji sejak dimulainya gelaran piala presiden ini bergulir hingga berhasil membawa masing-masing klub memasuki partai utama.

Tak dipungkiri lagi, adu taktik dan strategi akan membawa hiburan tersendiri bagi pecinta sepakbola di Indonesia. Sejauh ini kedua pelatih telah mampu memainkan peran-peran anak asuhnya di lapangan sejak menit awal di bunyikan hingga pluit akhir tanda berakhir. Bagaimana mengembangkan irama permainan antara menyerang dan bertahan. Sungguh Final yang sangat di tunggu, final yang akan menyajikan permainan yang asyik, menarik dan enak di tonton yang tentunya mendebarkan hati bagi para pendukung kedua team.

Keamanan di utamakan

Stadion Gelora Bung Karno kali pertama digelar lagi sejak adanya bentrokan antar suporter Jackmania Persija dengan Viking/ Bobotoh Persib bandung yang menimbulkan korban tewas. Rivalitas kedua kubu memang sudah lama terjadi sejak era perserikatan. Dan tentunya dengan gelaran final yang di adakan di Stadion kebanggaan ini masih menyisakan trauma yang mendalam bagi kedua kubu. Dengan demikian Panitia dalam hal ini CEO, seluruh perangkat pertandingan, pemain dan official kedua team hingga Polda Metro Jaya berkepentingan untuk mengamankan laga ini dengan menyiapkan hampir 30.000 personilnya yang sengaja diperuntukkan untuk mengamankan laga ini. Sangat tidak aneh jika laga ini begitu sangat menjadi perhatian para pecinta bola di tanah air hingga Walikota Bandung, manager dan pimpinan masing-masing kubu suporter harus berunding dan angkat bicara demi menjaga keberlangsungan final ini bisa berjalan dengan aman dan lancar.

Semua berharap bahwa gelaran piala presiden ini bisa kembali membangkitkan gairah sepak bola indonesia, kepada para petinggi PSSI dan lembaga yang terkait bisa menciptakan pengelolaan sepakbola indonesia yang kompeten, sehat dan beradab. Dapat melahirkan prestasi bangsa melalui prestasi sepakbola Indonesia baik di tingkat asia bahkan dunia. Sehingga kemenangan di Piala presiden nanti bukan milik salah satu klub juara baik Persib atau Sriwijaya, lebih dari itu adalah kemenangan kita sebagai bangsa dan kemenangan para pecinta sepakbola indonesia yang amat merindukan sepakbola yang sehat, aman dan nyaman.

*Bravo sepakbola Indonesia

#PersibJuara

TIPS JUAL BELI RUMAH MUDAH DAN CEPAT

Apakah anda sedang mencari rumah? Atau anda sedang berusaha menjual rumah anda? Saat ini perkembangan penduduk yang pesat memang meningkatkan kebutuhan akan tempat tinggal. Wajar saja jika bisnis properti merupakan bisnis yang memiliki prospek bagus kedepannya. Untuk properti memang tak ada kata turun. Sebab semakin lama nilai jual semakin tinggi. Harga tanah juga semakin mahal. Lahan yang tersedia tetap sedang yang hendak akan menggunakan lahan semakin banyak. Wajar saja harganya semakin mahal. Berikut ada beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk jual beli rumah.

Jual beli rumah dengan mudah dan cepat tentu menjadi perkara yang ingin banyak orang lakukan. Baik pelaku bisnis properti ataupun individu yang sedang membutuhkan rumah. Jika anda seorang penjual maka ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan. Pertama iklankan rumah anda. Hiasilah rumah anda atau renovasi bagian yang rusak agar harganya bisa lebih baik. Tentukan pula harga rumah anda. Menentukan harga sebaiknya menggunakan harga yang realistis. Walaupun anda menginginkan untung tetapi lebih baik lihat kondisi rumah dan harga pasaran model rumah yang anda miliki. Tentukan pula seluruh nilai aset rumah anda. barulah anda memberikan harga.

Jika anda ingin membeli rumah perhatikan pula tips jual beli rumah ini. Sebaiknya pilihlah rumah dengan lokasi yang aksesibel dengan kegiatan anda ataupun keluarga anda. Hal ini bisa menguntungkan anda kedepannya karena anda tak akan membuang waktu dan biaya lebih banyak untuk segala macam kegiatan anda. Periksa rumah yang akan anda beli. Kelengkapan surat dan kondisi fisik bangunan. Bernegosiasi langsung dengan sang pemilik. Hal ini penting bagi anda untuk mendapatkan kesepakatan harga rumah yang akan anda beli.

Tips jual beli rumah secara cepat dan mudah ini hanya sebatas contoh saja untuk anda. anda bisa juga pergi ke dealer perumahan untuk membelinya atau mendatangi bank untuk menanyakan informasi seputar KPR, jika anda menginginkan sebuah rumah akan tetapi uang yang anda miliki belum cukup. Cara lain misal anda dengan membeli atau menjualnya melalui broker. Biasanya saat menjual ataupun membeli dari broker akan dikenakan harga tambahan untuk bonus sang broker.

Jual beli rumah juga bisa anda lakukan melalui situs ariobimoresidence.com. Situs ario bimo residence merupakan situs untuk jual beli properti dan bangunan yang berada di jakarta selatan. Jika anda sedang mencari rumah di daerah jakarta selatan, pilihan yang tepat jika anda mengunjungi situs ariobimoresidence.com. Anda akan mendapatkan informasi tentang berbagai macam rumah dan modelnya. Anda bisa melakukan transaksi pembelian ataupun penjualan di situs ario bimo ini. Selain itu anda juga bisa melakukan pembelian ruko untuk kepentingan bisnis anda.

Mundur Untuk Meloncat Lebih Tinggi

Suatu hari seorang murid dan guru berjalan menuruni gunung menuju ke kota, di dalam perjalanan mereka bertemu anak sungai yang aliran airnya tidak terlalu deras, saat itu sang guru melangkahi sungai tersebut dengan sangat mudah, walaupun sungai tersebut cukup lebar.

Sang murid yang melihat gurunya dengan sangat kagum, dan sang guru memintanya untuk mengikuti langkahnya. Sang murid merasa ia tidak mampu melangkahi sungai tersebut hanya dengan satu langkah lebar, maka murid tersebut berjalan mundur dua langkah dan berlari kecil melompati sungai tersebut, hap, sungai itu berhasil dilalui.

Semakin jauh perjalanan mereka, rintangan yang dihadapi pun semakin berat, sang murid mengikuti gurunya di belakang dengan sangat hati-hati.

Tibalah mereka di sebuah jurang yang cukup terjal, namun tidak terlalu lebar. Di ujung jurang tersebut sang guru melangahkan kaki dengan yakin dan langkah pasti yang lebar, sang guru berhasil melangkahkan kakinya di sebrang jurang. Sang murid yang melihatnya sangat terkejut, sang guru pun berkata.

“Ayo melangkahlah menuju sisi jurang ini, lebar jurang ini sama seperti sungai yang kita lalui sebelumnya !”

Sang murid, yang melihat gurunya di sebrang jurang menunjukkan sebuah raut keraguan di wajahnya. Dengan seksama ia perhatikan lebar jurang tersebut, kedalamannya dan melihat ke belakang.

Dengan penuh kepastian ia mengambil lima langkah mundur dan bersiap menyebrangi jurang tersebut dengan berlari dan meloncat sepenuh tenaga, dan sekali lagi perhitungannya tepat. Sang murid berhasil menyebrangi jurang tersebut berkat kecerdikannya.

Sesampainya di sebrang jurang sang guru mengelus lembut kepala muridnya sambil berkata ;
“Wahai muridku, tahukah engaku apa yang membedakan loncatanmu saat di sungai dan di tepi jurang ? Walaupun dengan lebar yang sama, namun kau dapat melihat rintangan yang berbeda dari kedua hal tersebut, karena itu kau mengambil langkah mundur yang lebih banyak saat loncat di tepi jurang untuk memastikan keselamatanmu.

Begitu juga dengan kehidupan, saat tantangan hidup di depanmu lebih besar, kau harus melangkah mundur sedikit lebih banyak agar kita mampu mengatasi segala kemungkinan yang ada dan meloncat lebih tinggi.

Saat kau mengalami suatu kemunduran dalam hidupmu, entah itu kegagalan, jatuh, dikhianati, mungkin itulah langkah mundurmu agar dapat melompat lebih tinggi dan meraih setiap kesuksesanmu.

Kerbau dan Kambing

Seekor kerbau jantan berhasil lolos dari serangan seekor singa dengan cara memasuki sebuah gua dimana gua tersebut sering digunakan oleh kumpulan kambing sebagai tempat berteduh dan menginap saat malam tiba ataupun saat cuaca sedang memburuk. Saat itu hanya satu kambing jantan yang ada di dalam gua tersebut. Saat kerbau masuk kedalam gua, kambing jantan itu menundukkan kepalanya, berlari untuk menabrak kerbau tersebut dengan tanduknya agar kerbau jantan itu keluar dari gua dan dimangsa oleh sang Singa. Kerbau itu hanya tinggal diam melihat tingkah laku sang Kambing. Sedang diluar sana, sang Singa berkeliaran di muka gua mencari mangsanya.

Lalu sang kerbau berkata kepada sang kambing, “Jangan berpikir bahwa saya akan menyerah dan diam saja melihat tingkah lakumu yang pengecut karena saya merasa takut kepadamu. Saat singa itu pergi, saya akan memberi kamu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan.”

Sangatlah jahat, mengambil keuntungan dari kemalangan orang lain.

Penanganan HIV/AIDS Masih Dikeluhkan

Jakarta, Kompas – Akses layanan kesehatan bagi orang dengan HIV/AIDS masih terbatas. Penanganannya belum menjanjikan pencapaian sasaran yang ditetapkan pemerintah dalam Tujuan Pembangunan Milenium 2015.

Laporan Bappenas tentang Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) 2010 menyebutkan, jumlah infeksi baru masih meningkat meskipun prevalensi HIV/AIDS rendah, yakni 0,17 persen dari semua penduduk.

”HIV/AIDS musuh bersama. Semua, baik pemerintah, dunia usaha, LSM (lembaga swadaya masyarakat), pekerja, maupun unsur masyarakat lain, marilah menanggulangi bersama,” kata Wakil Presiden Boediono pada peringatan Hari AIDS Sedunia, Minggu (27/11), di Silang Monumen Nasional, Jakarta.

Wapres menilai, upaya yang perlu ditingkatkan antara lain memperluas jaringan fasilitas layanan, meningkatkan keikutsertaan publik mencegah dan menangani HIV/AIDS, memperbaiki koordinasi dan tata kelola semua pihak, serta memperbaiki sistem informasi HIV/AIDS.

Laporan Program PBB untuk AIDS menyebutkan, jumlah kematian karena HIV/AIDS di dunia mencapai puncaknya tahun 2005 dengan 2,2 juta kematian. Angka itu turun menjadi 1,8 juta kematian.

Angka kematian menurun. Namun, jumlah orang meninggal akibat AIDS masih 3.000-5.000 orang per tahun (10 orang setiap hari).

Diskriminasi

Di Indonesia, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih merasa didiskriminasikan oleh petugas, pengelola fasilitas kesehatan, dan penyedia asuransi. Anggota Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia, Hussen Basalamah, mengatakan, tak semua rumah sakit mau melayani pengidap HIV/AIDS. ”Banyak petugas kesehatan belum tahu cara menangani orang terinfeksi HIV,” katanya.

Setelah dirujuk, pasien harus menjelaskan kepada penyedia asuransi mengapa harus berobat ke rumah sakit tertentu, bukan rumah sakit yang ditunjuk penyedia asuransi. Mau tak mau mereka harus menjelaskan bahwa mereka terinfeksi HIV.

Hingga kini tak ada asuransi kesehatan swasta yang memberi perlindungan bagi pengidap HIV/AIDS atau keluarganya. Satu-satunya pembiayaan kesehatan yang menanggung perawatan adalah jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas). Namun, praktiknya sering tak sesuai.

”Pertanggungan yang diberikan tergantung pendekatan LSM atau kelompok pendamping kepada dokter rumah sakit/puskesmas dan pengelola jaminan,” kata peneliti Pusat Penelitian HIV/AIDS Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Very Kamil.

Pemahaman keliru tentang HIV/AIDS dan keterbatasan petugas serta sarana kesehatan membuat banyak pemerintah daerah menyerahkan penanganan pengidap langsung ke rumah sakit rujukan tingkat provinsi.

Kelompok produktif

Peringatan Hari AIDS Sedunia kali ini bertema ”Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha dari HIV dan AIDS”. Menurut Kepala Subdirektorat Pengawasan Norma Kesehatan Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dedi Adi Gumelar, 88 persen pengidap HIV/AIDS adalah kelompok usia kerja produktif. Separuhya berusia 20-29 tahun. Laki-laki pengidap HIV/AIDS tiga kali lipat dari perempuan.

Kondisi ini mengancam hilangnya sumber daya manusia produktif dan kemiskinan bagi keluarga yang ditanggungnya. Ini terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk miskin. (WHY/MZW)